Selasa, 09 November 2010

Tips Memilih Merpati



Peternak burung merpati harus sangat selektif memilih burung-burung yang diinginkannya untuk dapat terbang tinggi (performing breed) dan agar usaha mereka dapat menampilkan sifat yang disenangi untuk fungsi-fungsi yang dikehendaki. Merpati performing breed yang dikehendaki adalah yang memiliki ketangkasan termasuk golongan tumbler (akrobat merpati di udara). Tujuan dipaparkan pengalaman ini untuk mengkaji karakteristik merpati performing breed dan cara seleksinya. Selanjutnya untuk mengetahui pewarisan sifat tersebut.

Kemampuan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dari seekor merpati :
  • Kecerdasan/intelligence (30%)
  • Karakter/character (40%)
  • Anatomi /anatomy (30%)
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan seekor merpati :
  • Genetic Determinism (lineage)
  • Psychologi Determinism (training and treatment)
  • Environment Determinism (loft and comunitee)
Untuk bulu :
  1. Bulu harus tebal dan mengkilap atau memiliki lapisan minyak yang cukup (untuk menjaga suhu tubuh agar stabil,mencegah bulu agar tidak mudah basah, membuat bulu menjadi kedap udara)
  2. Bulu sayap rapat dan tebal.
  3. Unjung bulu pada sayap di usahakan panjang nya sampai ke ujung ekor
  4. Bulu ekor rapi membentuk satu kesatuan seperti huruf 1 atau I, dan harus rata/flat jangan cembung waktu melebar, bulu ekor harus aerodinamis waktu terbang dapat dilihat apabila waktu burung terbang ekor mengayun-ayun ke atas dan ke bawah.
Untuk mata/eyesign :
  1. Usahakan yg bening dan bersih.
  2. Jangan cari mata yg melotot keluar dari plupukan mata.
  3. Plupukannya merah ( mencerminkan burung sehat tidak pucat ).
  4. Warna mata memiliki 3 lingkaran warna (umumnya mencerminkan burung memiliki mental yang tangguh dan pantang menyerah).
  5. Pupil pada mata merespon sinar nya cepat (mencerminkan reflex,saraf dan organ dalam burung dalam keadaan baik).
Untuk bodi :
  1. Untuk merpati tinggi jangan terlalu berat.
  2. Untuk otot harus kering dan daging harus lentur.
  3. Bentuk tubuh seperti jantung pisang atau botol.
  4. Dada besar membusung ke depan dan bawah sehingga membuat titik berat burung berada di depan dadanya (kemampuan burung merpati untuk membelah angin pada saat menukik/turun).
  5. Pundak harus rapat di samping dada kanan dan kiri dan jangan terbuka apabila dipegang (kemampuan burung untuk menukik/turun secara tajam seperti tombak atau peluru secara lurus).
  6. Pinggang ramping tetapi bukan tepos seperti pelari jarak jauh, atau pinggang besar harus empuk (biasanya burung atas kepala atau satu lobang “pegangan jaman dahulu”, burung balap rata-rata berpinggang besar mencerminkan kekuatan ginjal dari burung tersebut karena membutuhkan power yang besar dalam jarak pendek seperti pelari sprinter ) tetapi pegangan untuk pinggang ini harus proporsional dengan masing-masing bentuk tubuh merpati atau keputusan tergantung selera masing-masing peraba.
Untuk supit :
  1. Supit jangan yg terlalu rapat dan terlalu renggang.
  2. Supit jangan yg putus atau patah.
  3. Supit harus cukup tebal (mencerminkan tulang burung yang cukup kuat).
Untuk paruh :
  1. Cari yg tipis di depan.
  2. Paruh jatuh kebawah seperti elang.
  3. Cari yg kering atau ada retak-retak (karena paruh mencerminkan tulang burung).
Untuk hidung :
  1. Bentuk hidung harus sesuai dengan bentuk paruh ( paruh kecil/tipis=hidung tidak besar, paruh besar=hidung jangan kecil ).
  2. Warna putih di hidung harus tebal dan cukup banyak
Untuk kaki & kuku :
  1. Kaki harus panjang dan ngelonjor lurus kebelakang apabila dipegang, ini mencerminkan kemampuan burung untuk mendarat/landing dengan sempurna ( seperti burung elang atau peregrine yang memiliki kaki yang panjang untuk mencengkram mangsa).
  2. Kuku harus tebal dan kering (karena kuku mencerminkan tulang burung).

Source

    0 komentar:

    Poskan Komentar